Aljazair Tuntut Pengakuan Kejahatan Kolonial Prancis

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pelarian Prancis untuk mengakui kejahatan kolonialnya tidak akan berlangsung lama, pemerintah Aljazair mengatakan Senin.

“Pelarian Prancis untuk mengakui kejahatan kolonialnya di Aljazair tidak bisa bertahan lama. Seorang penjahat biasanya melakukan segala kemungkinan untuk menghindari mengakui kejahatannya,” kata Menteri Penerangan Ammar Belhimer dalam pernyataan yang dirilis oleh harian pemerintah El-Massa.

Menteri juga menekankan bahwa kerja dan komunikasi antara Aljazair dan Prancis akan terus berlanjut untuk lebih banyak pencapaian, yang paling penting adalah pencapaian moral, yaitu pengakuan atas kejahatan kolonial Prancis.

Pada 20 Januari, sejarawan Prancis Benjamin Stora menyampaikan laporan tentang era kolonial Aljazair kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron. Media Prancis mengutip pernyataan Istana Elysee: “Laporan itu tidak berarti mengambil langkah menuju permintaan maaf ke Aljazair.”

Otoritas dan sejarawan Aljazair mengatakan periode ini menyaksikan pembunuhan hampir 5 juta orang, serta kampanye pemindahan dan penjarahan kekayaan, serta pencurian ribuan dokumen dan artefak, beberapa di antaranya berasal dari era Ottoman (1515- 1830).

Pejabat Prancis pada beberapa kesempatan menegaskan kembali perlunya membalik halaman baru dalam hubungan, tetapi Aljazair berulang kali menuntut pengakuan resmi dari Paris atas kejahatan kolonial.

Sumber: Middle East Monitor

Terjemahan bebas Bagbudig

Hosting Unlimited Indonesia
bagbudig
About bagbudig 858 Articles
Bagbudig.com adalah media diskusi antar penulis dan pemikir lintas golongan. Bagbudig.com menerima sumbangan tulisan berupa opini, ulasan buku atau catatan perjalanan. Silakan kirim ke email: bagbudig@gmail.com.