Arab Saudi dan Suriah Akan Capai Kesepakatan Diplomatik

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Arab Saudi dan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad “hampir” mencapai kesepakatan diplomatik yang penting, menurut tokoh oposisi Suriah.

“Suasana politik di dalam House of Saud telah berubah, banyak bangsawan senior, terutama Mohammad bin Salman [MBS] sendiri, ingin terlibat kembali dengan Assad,” kata seorang pejabat senior dari Gerakan Perwira Pembebasan oposisi Suriah, menurut Al Jazeera.

Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya Riyadh untuk mengurangi pengaruh Iran di Suriah.

“Sikap yang berlaku dapat didefinisikan sebagai, ‘waktu telah berubah, Musim Semi Arab adalah sejarah dan wilayah ini sedang bertransisi menuju masa depan baru, dengan karakteristik geopolitik baru,” kata sumber itu, yang diduga berdamai dengan Damaskus setelah membelot ke oposisi Suriah pada tahun 2011.

Arab Saudi menghentikan hubungan diplomatik dengan Suriah dan menutup kedutaan besarnya di Damaskus pada 2012 setelah rezim secara brutal menekan protes anti-pemerintah di negara itu dan melancarkan serangan ke daerah-daerah oposisi.

Berita bahwa Riyadh dan Damaskus dapat secara signifikan meningkatkan hubungan muncul di tengah laporan tentang upaya yang lebih luas oleh Arab Saudi untuk meredakan ketegangan di wilayah tersebut.

Laporan media bulan lalu mengungkapkan bahwa pejabat Iran dan Saudi bertemu di Baghdad pada April, pertemuan tingkat tinggi pertama mereka sejak Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran pada 2016.

Iran pada akhir April menyambut “perubahan nada” dari Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman ke arah itu setelah dia menyerukan “hubungan yang baik dan khusus” dengan Teheran.

Saingan regional tersebut telah mendukung sisi berlawanan dari beberapa konflik regional, dari Suriah hingga Yaman, di mana koalisi militer pimpinan Saudi memerangi pemberontak Houthi.

Iran mendukung Houthi, yang memerangi koalisi yang campur tangan dalam perang Yaman untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional pada tahun 2015.

Arab Saudi dan Qatar adalah pendukung utama oposisi Suriah selama perang sepuluh tahun yang telah menewaskan sekitar 500.000 orang, sebagian besar dari serangan rezim.

Sumber: The New Arab

Terjemahan bebas Bagbudig

Hosting Unlimited Indonesia
bagbudig
About bagbudig 905 Articles
Bagbudig.com adalah media diskusi antar penulis dan pemikir lintas golongan. Bagbudig.com menerima sumbangan tulisan berupa opini, ulasan buku atau catatan perjalanan. Silakan kirim ke email: bagbudig@gmail.com.