Keluarga Hasbi Ash-Shiddiqiey

Hasbi Ash-Shiddiqiey Sumber: Wikipedia
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Muhammad Hasbi Ash-Shiddiqiey dilahirkan di Lhokseumawe pada 10 Maret 1904 dari pasangan suami istri Teungku Haji Husin bin Mas‘ud dan Teungku Amrah. Ayah ibunya adalah ulama dan keturunan ulama yang dihormati oleh masyarakat setempat. Ayahnya, Teungku Haji Husin bin Mas‘ud adalah seorang ulama yang menjadi Qadhi Sri Maharaja Mangkubumi di Lhokseumawe. Sementara ibunya, Teungku Amrah juga seorang ulama muslimat, puteri dari Teungku Abdul Aziz, seorang ulama yang juga pernah menjabat sebagai Qadhi Sri Maharaja Mangkubumi sebelum Teungku Haji Husin bin Mas‘ud.

Hasbi Ash-Shiddiqiey Sumber: Wikipedia

Nama Ash-Shiddiqiey diberikan oleh gurunya, Syaikh Muhammad ibn Salim al-Kalaly yang saat itu bermukim di Lhokseumawe. Penamaan itu dilakukan Kalaly setelah mengetahui Hasbi memiliki silsilah yang tersambung kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq melalui ayahnya Teungku Haji Husin bin Mas‘ud. Penambahan Ash-Shiddiqiey di belakang nama Hasbi dilakukan oleh Kalaly pada tahun 1925. Sejak saat itulah namanya menjadi Muhammad Hasbi Ash-Shiddiqiey.

Sumber: Nourouzzaman Shiddiqiey, 1997

Pada tahun 1923, Hasbi Ash-Shiddiqiey dinikahkan dengan Khadijah yang kemudian meninggal setelah melahirkan puterinya. Tidak lama berselang, puterinya yang masih bayi juga turut meninggal dunia. Kondisi demikian membuat Hasbi mengalami kesedihan yang amat dalam karena ditinggal anak dan istrinya.

Setelah mendududa selama dua tahun, pada tahun 1925, Hasbi Ash-Shiddiqiey kembali dinikahkan dengan Teungku Nyak Asiyah binti Teungku Haji Anom yang merupakan sepupunya sendiri. Pada saat mengajar di Ma‘had Iskandar Muda, Hasbi Ash-Shiddiqiey juga pernah menikahi Sadiyah. Perkawinan tersebut hanya bertahan satu tahun dan kemudian mereka bercerai.

Seperti dicatat Hasjmy yang dikutip dari catatan Jamil Lathif, menantu Hasbi Ash-Shiddiqiey; istri kedua Hasbi Ash-Shiddiqiey, Teungku Nyak Asiyah bukan hanya berperan sebagai istri, tetapi juga pembantu utama dalam pengembangan karier sosok Hasbi Ash-Shiddiqiey di kemudian hari. Karya-karya besar Hasbi Ash-Shiddiqiey juga tidak terlepas dari bantuan dan dukungan Teungku Nyak Asiyah.

Nourouzzaman Shiddiqiey, Putra Hasbi Ash-Shiddiqiey
Sumber: Al-Makin 2014 (Doc KBA)

Dari perkawinan dengan Teungku Nyak Asiyah, Hasbi Ash-Shiddiqiey dikarunia empat orang anak; dua putra dan dua putri. Putrinya bernama Zuharah dan Anisatul Fuad. Sementara putranya bernama Zakiul Fuad dan Nourouzzaman yang kemudian dikenal dengan Prof. Nourouzzaman Shiddiqiey. Menurut Ali Hasjmy, Nourouzzaman adalah putranya yang lebih banyak mewarisi Hasbi Ash-Shiddiqiey, baik watak mau pun rupanya.

Sumber: Ali Hasjmy, Teungku Muh. Hasbi Ash-Shiddiqiey, dalam Mimbar Ulama No. 82 Tahun VIII, 1984, halaman. 44-45.  

Hosting Unlimited Indonesia
Khairil Miswar
About Khairil Miswar 58 Articles
Khairil Miswar adalah Alumnus Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Konsentrasi Pemikiran dalam Islam. Menulis di beberapa media cetak seperti Serambi Indonesia, Harian Rakyat Aceh, Harian Aceh, Harian Pikiran Merdeka, Harian Analisa; dan di beberapa media online di antaranya hidayatullah.com, republika.co.id, mojok.co, AceHTrend.co, dll. Founder Bagbudig.com.