Sisi Peringatkan Warga Mesir Tidak Miliki Lebih Dari Dua Anak

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Presiden Abdel Fattah al-Sisi telah mendesak warga Mesir untuk memiliki tidak lebih dari dua anak, mengklaim bahwa negara tersebut membutuhkan satu triliun dolar untuk mengatasi pertumbuhan populasinya.

Lebih dari 100 juta orang tinggal di Mesir, menjadikannya negara terpadat di dunia Arab dan terpadat ketiga di Afrika.

“Kondisi kehidupan semakin buruk dan kami membutuhkan satu triliun dolar untuk mengimbangi peningkatan populasi,” kata Sisi dalam pembukaan kompleks medis di provinsi Ismailia pekan ini.

Keluarga harus menghindari memiliki lebih dari dua anak karena biaya yang mahal, tambahnya.

Mesir saat ini memiliki tingkat kesuburan sekitar 3,3 anak per wanita.

Ini bukan pertama kalinya Sisi memperingatkan kelebihan penduduk sejak menjadi presiden pada 2014.

Diktator Mesir, yang naik ke tampuk kekuasaan oleh kudeta militer 2013, sebelumnya menyebut “kelebihan populasi” sebagai salah satu dari dua krisis besar yang dihadapi Mesir, yang lainnya adalah “terorisme”.

Militer mengontrol sebagian besar ekonomi Mesir dan para pengkritik pemerintah Mesir telah mengidentifikasi korupsi sebagai sumber kemiskinan yang berkelanjutan di Mesir.

Pada 2019, pemerintah Sisi meluncurkan kampanye keluarga berencana yang disebut “Dua Sudah Cukup”, menjanjikan ribuan relawan untuk “membantu mengubah pola pikir tentang tingkat kelahiran yang tinggi”.

Kampanye yang berjalan lebih lama yang sebagian didanai oleh Uni Eropa telah mempromosikan kesadaran tentang kontrasepsi dan metode keluarga berencana lainnya.

Kontrasepsi disubsidi besar-besaran, tetapi para kritikus mengatakan pemerintah harus menangani masalah yang lebih luas untuk mengatasi kelebihan penduduk.

Mesir juga harus menangani pernikahan dini dan larangan aborsi, kata para ahli. Pemutusan hubungan kerja hanya diizinkan di Mesir jika kehamilan mengancam nyawa seorang wanita hamil.

Masalah ini juga terkait dengan kemiskinan yang meluas di negara Afrika Utara itu. Memiliki lebih banyak anak secara luas dipandang sebagai sumber pendapatan masa depan bagi keluarga miskin.

Sekitar sepertiga dari penduduk Mesir hidup di bawah garis kemiskinan, menurut statistik resmi.

Sumber: The New Arab

Terjemahan bebas Bagbudig

Hosting Unlimited Indonesia
bagbudig
About bagbudig 858 Articles
Bagbudig.com adalah media diskusi antar penulis dan pemikir lintas golongan. Bagbudig.com menerima sumbangan tulisan berupa opini, ulasan buku atau catatan perjalanan. Silakan kirim ke email: bagbudig@gmail.com.