Mengenal Sosok PM India, Narendra Modi

Sumber: cnbctv18.com
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Nama lengkapnya Narendra Damodardas Modi. Dia adalah politisi India yang saat ini menjabat sebagai Perdana Menteri ke 14 di negara yang dikenal industry film Bollywood. Narendra Modi lahir pada 17 September 1950. Dia lahir dari keluarga pedagang grosir di Vadnagar, distrik Mehsana, Negara Bagian Bombay (sekarang Gujarat).

Ayahnya bernama Damodardas Mulchand Modi dan nama Ibunya Hiraben Modi. Ayahnya adalah pedagang jalanan yang berjuang untuk menghidupi keluarga. Di masa kecilnya, Modi membantu ayahnya menjual teh di Stasiun Kereta Vadnagar dan kemudian mengelola warung teh bersama saudara lelakinya di dekat terminal bus. Saat sekolah, Modi menghabiskan berjam-jam di perpustakaan dan dikenal sebagai pendebat yang kuat.

Meskipun lahir dari keluarga pedagang grosir kelas menengah ke bawah, dia telah membuktikan bahwa kesuksesan tidak ada hubungannya dengan kasta, kepercayaan atau di mana seseorang berada. Dia adalah Perdana Menteri India pertama yang ibunya masih hidup ketika dia menjabat.

Di masa kecilnya, dia telah menghadapi beberapa kesulitan dan hambatan, tetapi dia menerima semua tantangan secara positif dan mengubahnya menjadi peluang dengan keberanian dan kekuatan. Setelah bergabung dengan RSS, ia belajar semangat mementingkan diri sendiri, tanggung jawab sosial, dedikasi, dan nasionalisme. Salah satu slogannya yang terkenal: “Masing-masing dari kita memiliki naluri alami untuk bangkit, seperti nyala lampu. Mari kita memelihara naluri ini.” Slogan lainnya: “Jangan bermimpi untuk menjadi sesuatu melainkan bermimpi untuk melakukan sesuatu yang hebat!”

Dari tahun 2001 sampai 2014, Modi adalah Anggota Parlemen dari Partai Bharatiya Janata (BJP) dan Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) yang merupakan organisasi relawan nasionalis Hindu. Modi adalah Perdana Menteri pertama di luar Kongres Nasional India yang berhasil memenangkan pemilihan dua kali berturut-turut dengan perolehan suara mayoritas. Dia menjadi Perdana Menteri India menggantikan Manmohan Singh.

Dalam pemilihan Parlemen 2014 dan 2019, Modi memimpin Partai Bharatiya Janata dan berhasil mencapai kemenangan mutlak. Dalam pentas politik India, terakhir kali sebuah partai politik mendapatkan suara mayoritas mutlak terjadi dalam pemilihan umum 1984.

Sebelumnya, Modi juga sempat menjadi Menteri Ketua terlama di Gujarat dengan masa jabatan mulai Oktober 2001 hingga Mei 2014.

Sumber: jagranjosh.com

Kehidupan Awal Dan Karier Politik

Modi diperkenalkan ke RSS pada saat dia berusia delapan tahun dan kemudian memulai hubungan panjang dengan organisasi tersebut. Setelah menyelesaikan sekolah menengah, Modi meninggalkan rumah karena perjodohannya dengan Jashodaben Chimanlal. Modi mengelilingi India selama dua tahun dan mengunjungi sejumlah pusat keagamaan sebelum ia kembali ke Gujarat.

Pada tahun 1967, ia telah menyelesaikan pendidikan menengah atasnya di Vadnagar. Pada usia 8 tahun, ia bergabung dengan Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS). Dia tidak ingin menikah sehingga dia meninggalkan rumah pada usia 17 dan bepergian ke seluruh negeri selama dua tahun ke depan. Kemudian Modi kembali ke Vadnagar dan setelah beberapa waktu dia kembali ke Ahmedabad. Di sana, Modi tinggal bersama pamannya, yang bekerja di kantin di Gujarat State Road Transport Corporation.

Pada tahun 1970 yaitu pada usia 20, Modi sangat dipengaruhi oleh RSS sehingga ia menjadi pekerja penuh waktu dan ia secara resmi bergabung dengan RSS pada tahun 1971 pada usia 21. Di daerahnya, pada awal 1970-an, ia mendirikan unit sayap mahasiswa RSS yaitu Akhil Bharatiya Vidyarthi Parishad. Tidak diragukan lagi, hubungannya dengan organisasi telah secara signifikan menguntungkan karier politiknya. Pada 1975, selama keadaan darurat diberlakukan di seluruh negeri, Modi terpaksa bersembunyi. Kemudian pada 1985, RSS menugaskan Modi ke BJP.

Dia telah menyelesaikan gelar Bachelor of Arts dalam ilmu politik dari School of Open Learning di University of Delhi dan kemudian dia menyelesaikan gelar Masternya dalam ilmu politik di Universitas Gujarat. Modi bergabung dengan BJP pada tahun 1987. Setahun kemudian Modi diangkat sebagai sekretaris jenderal di partai tersebut. Dia sangat berperan dalam memperkuat kehadiran partai di negara bagian di tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 1990, Modi adalah salah satu anggota BJP yang berpartisipasi dalam pemerintahan koalisi di negara bagian, dan ia membantu BJP mencapai kesuksesan dalam pemilihan majelis legislatif negara bagian 1995 yang pada bulan Maret memungkinkan partai untuk membentuk pemerintahan yang dikendalikan BJP pertama kalinya di India. Kontrol BJP terhadap pemerintah negara bagian relatif singkat dan berakhir pada September 1996.

Pada tahun 1995, Modi diangkat sebagai sekretaris organisasi nasional BJP di New Delhi, dan tiga tahun kemudian ia ditunjuk sebagai sekretaris jenderal. Dia tetap di kantor itu selama tiga tahun lagi, tetapi pada Oktober 2001 dia menggantikan menteri utama Gujarat yang saat itu menjabat. Modi memasuki kontes pemilihan pertamanya dalam pemilihan sela Februari 2002 yang memenangkan kursi di majelis negara bagian Gujarat.

Pada 2001, Modi diangkat sebagai Ketua Menteri Gujarat karena kesehatan Keshubhai Patel yang buruk dan juga citra publik yang buruk usai gempa bumi di Bhuj. Tidak lama setelah itu, Modi terpilih sebagai anggota dewan legislatif. Pada saat menjabat sebagai kepala menteri, kebijakannya yang mendorong pertumbuhan ekonomi mendapat pujian. Pemerintahannya juga sempat dikritik karena gagal meningkatkan indeks kesehatan, kemiskinan dan pendidikan secara signifikan di negara bagian tersebut.

Pada 2002, pemerintahannya dianggap terlibat dalam kerusuhan Gujarat, tapi Tim Investigasi Khusus yang ditunjuk Mahkamah Agung tidak berhasil menemukan bukti untuk bisa menjerat Modi secara hukum.  Perannya sebagai menteri utama selama kerusuhan komunal yang melanda Gujarat pada tahun 2002 dipertanyakan. Modi dituduh memaafkan kekerasan atau, setidaknya, melakukan sedikit usaha untuk menghentikan pembunuhan lebih dari 1.000 orang yang sebagian besarnya adalah Muslim. Peristiwa itu terjadi setelah puluhan penumpang Hindu meninggal ketika kereta mereka dibakar di kota Godhra.

Sebagai pembalasan, serangan dilakukan di lingkungan Muslim Gulbarg. Kekerasan menyebar, dan Modi memberlakukan jam malam pemberian perintah tembak-menembak untuk polisi. Setelah perdamaian dipulihkan, pemerintah Modi dikecam karena tindakan yang keras. Modi dituduh membiarkan pembunuhan lebih dari 1.000 Muslim, bersama dengan pemerkosaan massal dan mutilasi wanita. Namun setelah keluarnya dua hasil investigasi bertentangan satu sama lain, Mahkamah Agung India menyimpulkan tidak ada bukti bahwa Modi bersalah.

Pada tahun 2005 Amerika Serikat menolak untuk mengeluarkannya visa diplomatik dengan alasan bahwa ia bertanggung jawab atas kerusuhan 2002, dan Inggris juga mengkritik perannya pada tahun 2002. Namun demikian, pada tahun-tahun berikutnya Modi sendiri lolos dari dakwaan dan kecaman — baik oleh peradilan atau oleh agen investigasi — beberapa rekan dekatnya dinyatakan bersalah atas keterlibatan dalam peristiwa-peristiwa 2002 dan menerima hukuman penjara yang panjang.

Namun demikian, keberhasilan politik Modi di Gujarat, telah menjadikannya sebagai pemimpin yang sangat diperlukan dalam hierarki BJP dan menyebabkan reintegrasi ke dalam arus utama politik. Di bawah kepemimpinannya, BJP memastikan kemenangan yang signifikan dalam pemilihan majelis legislatif Desember 2002, memenangkan 127 dari 182 kursi di majelis (termasuk kursi untuk Modi). Saat itu ia membuat sebuah manifesto untuk pertumbuhan dan pembangunan di Gujarat sehingga BJP kembali menang dalam pemilihan majelis negara bagian 2007, dengan total kursi 117, dan partai itu menang lagi dalam pemungutan suara 2012 dengan capaian 115 kursi. Untuk kedua kalinya Modi memenangkan kontes dan kembali sebagai menteri utama.

Selama menjabat sebagai kepala pemerintahan Gujarat, Modi berhasil membangun reputasi yang tangguh sebagai administrator yang cakap, dan ia diberi penghargaan atas pertumbuhan cepat ekonomi negara. Selain itu, kinerja pemilihannya dan partai membantu memajukan posisi Modi sebagai tidak hanya pemimpin paling berpengaruh dalam partai tetapi juga sebagai kandidat potensial untuk perdana menteri India. Pada Juni 2013, Modi terpilih sebagai pemimpin kampanye BJP untuk pemilihan 2014 ke Lok Sabha.

Sumber: cnbctv18.com

Menjadi Perdana Menteri

Pada 2014, Modi memimpin BJP dalam pemilihan umum. Saat itu, pemerintahan Modi telah berusaha untuk meningkatkan investasi asing langsung dalam perekonomian India dan mengurangi pengeluaran untuk program kesehatan dan kesejahteraan sosial. Modi juga telah berusaha meningkatkan efisiensi dalam birokrasi yang memiliki kekuatan terpusat dengan menghapus Komisi Perencanaan. Modi memulai kampanye sanitasi tingkat tinggi dan berhasil menghapuskan undang-undang lingkungan dan perburuhan.

Setelah kampanye yang gencar — di mana Modi menggambarkan dirinya sebagai kandidat pragmatis yang bisa membalikkan perekonomian India yang berkinerja buruk — ia dan partai itu menang. Saat itu BJP memenangkan mayoritas kursi. Hasilnya, Modi dilantik sebagai perdana menteri pada 26 Mei 2014. Mereka mendapatkan 282 dari 534 kursi di Lok Sabha. Kemenangan tersebut menandai kekalahan telak bagi Kongres Nasional India, yang telah mengendalikan politik negara selama 60 tahun sebelumnya. Kemenangan Modi juga mengirim pesan bahwa warga India berada di belakang agenda yang pindah dari negara sekuler sosialis ke negara yang lebih kapitalis dan condong pada nasionalisme Hindu.

Sejak menjadi perdana menteri, Modi telah mendorong bisnis asing untuk berinvestasi di India. Dia telah mengangkat berbagai peraturan – izin dan inspeksi – sehingga bisnis dapat tumbuh lebih mudah. Modi telah mengurangi pengeluaran untuk program-program kesejahteraan sosial dan telah mendorong privatisasi layanan kesehatan dan dia telah menyusun kebijakan tentang perawatan kesehatan universal untuk warga negara dengan penyakit serius. Pada tahun 2014, ia meluncurkan kampanye “Bersihkan India”, yang berfokus pada sanitasi dan pembangunan jutaan toilet di daerah pedesaan.

Segera setelah ia menjabat, pemerintahnya memulai beberapa reformasi, termasuk kampanye untuk meningkatkan infrastruktur transportasi India dan meliberalisasikan aturan investasi asing langsung di negara itu. Modi mencetak dua prestasi diplomatik yang signifikan di awal masa jabatannya. Pada pertengahan September ia menjadi tuan rumah kunjungan Presiden Cina Xi Jinping, di mana pertama kali seorang pemimpin Cina berkunjung ke India dalam delapan tahun. Pada akhir bulan itu, setelah diberi visa A.S., Modi melakukan kunjungan yang sangat sukses ke New York City dan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

Sebagai perdana menteri, Modi mengawasi promosi budaya Hindu dan implementasi reformasi ekonomi. Pemerintah melakukan langkah-langkah yang secara luas akan menarik bagi umat Hindu, seperti upayanya untuk melarang penjualan sapi untuk disembelih. Reformasi ekonomi meluas dan bisa dirasakan secara nasional. Di antara yang paling jauh jangkauannya adalah demonetisasi dan penggantian uang kertas 500 dan 1.000 rupee dengan pemberitahuan hanya beberapa jam. Tujuannya adalah untuk menghentikan “uang hitam” —kotak yang digunakan untuk kegiatan terlarang — dengan membuatnya sulit untuk menukar uang tunai dalam jumlah besar.

Pada tahun berikutnya pemerintah memusatkan sistem pajak konsumsi dengan memperkenalkan Pajak Barang dan Jasa (GST), yang menggantikan sistem pajak konsumsi lokal yang membingungkan dan menghilangkan masalah pajak cascading. Pertumbuhan PDB melambat dari perubahan ini, meskipun pertumbuhan sudah tinggi (8,2 persen pada 2015), dan reformasi berhasil memperluas basis pajak pemerintah. Namun, kenaikan biaya hidup dan meningkatnya pengangguran mengecewakan banyak orang karena janji-janji muluk pertumbuhan ekonomi tetap tidak terpenuhi.

Kekecewaan ini dicatat oleh para pemilih selama pemilihan di lima negara bagian pada akhir 2018. BJP kalah di lima negara bagian, termasuk kubu BJP di Madhya Pradesh, Rajasthan, dan Chhattisgarh. Kongres Nasional India saingannya (Partai Kongres) memenangkan lebih banyak kursi majelis negara bagian daripada BJP dalam semua pemilihan. Banyak pengamat percaya bahwa ini merupakan berita buruk bagi Modi dan BJP dalam pemilihan nasional yang ditetapkan untuk musim semi 2019, tetapi sebagian yang lain percaya bahwa karisma Modi akan tetap menggairahkan para pemilih.

Selain itu, krisis keamanan di Jammu dan Kashmir pada Februari 2019, yang meningkatkan ketegangan dengan Pakistan ke titik tertinggi dalam beberapa dekade juga turut meningkatkan citra Modi hanya beberapa bulan sebelum pemilihan. Saat itu BJP mendominasi gelombang udara selama kampanye — berbeda dengan kampanye Rahul Gandhi dan Kongres yang tidak bersemangat — BJP dikembalikan ke tampuk kekuasaan, dan Modi menjadi perdana menteri pertama India di luar Partai Kongres yang dipilih kembali setelah masa jabatan penuh.

Beberapa lembaga internasional terkemuka telah mencatat bahwa di bawah kepemimpinan PM Narendra Modi, India telah berhasil menghilangkan kemiskinan dengan cepat. Hal ini disebabkan oleh serangkaian keputusan pro-miskin yang diambil oleh Pemerintah Pusat. Modi juga tampak serius dalam soal-soal kesehatan di India.

Modi juga memberikan asuransi dan jaminan pensiun kepada kelompok masyarakat yang paling rentan. Pada 2016 pemerintah India juga menyediakan koneksi gas memasak gratis kepada orang miskin. Kemudian sejumlah 18.000 desa yang tanpa listrik bahkan setelah 70 tahun kemerdekaan telah dialiri listrik. Modi juga percaya bahwa tidak ada orang India yang menjadi tunawisma dan untuk mewujudkan visi ini, lebih dari 1,25 crore rumah dibangun antara 2014 dan 2019 untuk memenuhi visi PM tentang ‘Perumahan untuk Semua’ pada tahun 2022.

Pertanian juga merupakan sektor yang sangat dekat dengan Narendra Modi. Selama anggaran sementara tahun 2019, Pemerintah telah mengumumkan insentif moneter bagi para petani yang disebut PM Kisan Samman Nidhi. Selain itu, Modi juga memfokuskan inisiatif pemecahan jalur untuk pertanian mulai dari Soil Health Cards, E-NAM untuk pasar yang lebih baik dan fokus baru pada irigasi. Pada 30 Mei 2019, PM Modi memenuhi janji besar dengan menciptakan Kementerian Jal Shakti baru untuk memenuhi semua aspek yang berkaitan dengan sumber daya air.

Dalam bidang transportasi, Pemerintah India telah berupaya menciptakan infrastruktur generasi baru, baik itu dalam hal jalan raya, kereta api, i-way dan saluran air. Skema UDAN (Ude Desh Ka Aam Nagrik) telah membuat sektor penerbangan lebih ramah-orang dan meningkatkan konektivitas.

Pasca kemenangan partainya dalam pemilihan umum 2019, Modi  mencabut status khusus Jammu dan Kashmir. Pemerintahannya kemudian memperkenalkan Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan yang mengakibatkan protes meluas di seluruh negeri. Modi tetap saja menjadi sosok kontroversial di India dan juga dunia internasional akibat kedekatannya dengan nasionalis Hindu dan juga perannya pada saat terjadi kerusuhan Gujarat tahun 2002.

Kegiatan sejumlah organisasi nasionalis Hindu tampak meningkat usai pemilihan Modi sebagai Perdana Menteri, di mana gerakan itu juga mendapat dukungan dari pemerintah. Kegiatan-kegiatan tersebut termasuk program konversi agama Hindu, kampanye melawan praktik Islam yang diduga “Cinta Jihad”, dan upaya untuk merayakan Nathuram Godse, pembunuh Mahatma Gandhi, oleh anggota sayap kanan Hindu Mahasabha.

Narendra Modi kembali dilantik sebagai Perdana Menteri India pada 30 Mei 2019 yang menandai kekuasaanya untuk periode kedua. Sebelumnya ia menjabat sebagai Perdana Menteri India dari 2014 hingga 2019.

Dalam survei yang dilakukan oleh India Today Magazine, ia dinobatkan sebagai Ketua Menteri terbaik di negara itu pada tahun 2007. Pada tahun 2009, majalah FDI memberikan penghargaan kepada Narendra Modi sebagai Pemenang Asia untuk FDi Personality of the Year award. Pada tahun 2014, 2015 dan 2017, ia terdaftar di antara ‘Time 100 orang paling berpengaruh di dunia’ oleh majalah Time. Pada tahun 2014, Modi juga dianugerahi Indian of the Year oleh jaringan berita CNN-IBN.

Biography.com

Buku Karya Narendra Modi

Selain sebagai politisi, Modi juga menulis beberapa buku, di antaranya: Modi Again: (Mengapa Modi tepat untuk India) Manifesto Mantan Komunis; Perjalanan: Puisi oleh Narendra Modi; Mengamankan India Cara Modi; Dari Emosi yang Melumpuhkan hingga Sikap yang Dapat Dilakukan! Menghadapi Negativitas dan Menciptakan Energi dalam Lima Langkah Cerdas

Editor: Bagbudig.com

Sumber:

Wikipedia.org

pmindia.gov.in

britannica.com

biography.com

jagranjosh.com

elections.in

bagbudig
About bagbudig 399 Articles
Bagbudig.com adalah media diskusi antar penulis dan pemikir lintas golongan. Bagbudig.com menerima sumbangan tulisan berupa opini, ulasan buku atau catatan perjalanan. Silakan kirim ke email: bagbudig@gmail.com.